HARI TANPA TEMABAKAU SEDUNIA 31 MEI 2020

HARI TANPA TEMBAKAU SEDUNIA

RSGM ladokgi TNIAL R.E.M, menghimbau kepada masyarakat untuk berhenti merokok, karena merokok dan penggunaan produk tembakau, merupakan penyebab sebagian besar masalah mukosa rongga mulut dan gusi pada orang dewasa . Selain menjadi bahan dasar rokok, di beberapa negara termasuk Indonesia, konsumsi daun tembakau dilakukan dengan dikunyah atau dikulum. Penggunaan tembakau seperti ini ternyata lebih berbahaya dibandingkan merokok. Tembakau mengandung bahan kimia yang berisiko menyebabkan kanker mulut dan tenggorokan. Penggunaan tembakau yang dikunyah dapat menyebabkan tubuh terpapar kandungan nikotin jauh lebih banyak dibandingkan rokok. Selain itu, tembakau ini dapat menyebabkan iritasi dan penipisan lapisan mukosa mulut dan gusi, sehingga gigi menjadi lebih sensitif. Efek yang dapat ditimbulkan akibat merokok dan penggunaan produk tembakau pada rongga mulut, adalah:

• Perubahan warna gigi.
• Bau napas tidak sedap 
• Berkurangnya kepadatan tulang rahang
• Periodontitis (infeksi yang disebabkan bakteri pada rongga mulut sehingga  mengakibatkan kerusakan pada jaringan pendukung gigi)
• Meningkatnya penumpukan plak dan karang gigi.
• Meningkatkan risiko kanker mulut.
•Peradangan kelenjar ludah.
• Risiko timbulnya bercak-bercak putih di dalam mulut, disebut leukoplakia.
• Meningkatnya risiko penyakit gusi.
• Bertambahnya risiko gigi berlubang.

Penelitian membuktikan bahwa dengan berhenti merokok, risiko mengidap penyakit gusi dan mukosa rongga mulut akan menurun drastis. Sementara pada pengguna tembakau non-isap yang mengidap leukoplakia, hampir seluruhnya bisa sembuh dalam waktu kurang dari dua bulan, setelah menghentikan kebiasaannya.

 
 #staysave #stahealthy #stayathome
Let your smile brighten up the day

pakaimasker #cucitangan #hindarikeramaian #jagajarak

845 Comments